Kamis, 12 Januari 2012

APLIKASI PUPUK D.I. GROW SECARA UMUM

http://www.youtube.com/watch?v=H5y03_BYrV8
Pada prinsipnya masuknya unsur hara ke dalam tubuh tanaman bisa melalui akar, batang, dan daun. Teknologi pupuk D.I. GROW diprioritaskan pada aplikasi melalui semprot ke daun, karena lebih efektif dan efisien. Kecuali pada tanaman bermasalah yang tidak mungkin diaplikasikan melalui penyemprtotan ke daun, karena tanaman terlalu tinggi. Untuk kasus seperti ini, aplikasi dapat melalui system injeksi (suntik ke batang melalui pengeboran), melalui semprot ke batang atau melalui siram ke tanah (daerah perakaran). Aplikasi untuk masing-masing jenis tanaman dapat dilihat pada lampiran.
Frekuensi aplikasi D.I. GROW secara optimal dilakukan sesuai kondisi kritis tanaman secara umum, kondisi kritis tanaman rata-rata pada tiga fase yaitu:
  • Fase tanaman muda (fase vegetatif)
  • Fase Primordia bunga (fase generatif)
  • Fase pembesaran buah/umbi
Hal 13_2Dengan demikian frekuensi aplikasi disesuaikan jenis tanamannya dan panjang pendek dari  fase-fase tersebut.
a)  Aplikasi D.I. Grow pada  Fase Vegetatif
Aplikasi D.I. Grow pada kondisi ini ditujukan untuk mempercepat pertumbuhan dan  perkembangan akar, batang dan daun.  Penyemprotan pertama pada tanaman muda dilakukan pada saat daun-daun muda yang terbentuk diperkirakan sudah mampu berfotosintesa optimal.  Pada fase ini lakukan aplikasi D.I. Grow green (Hijau) pada umur tanaman sekitar 10-20 hari setelah tanam, dengan dosis 3 cc/liter air
b)  Aplikasi D.I. Grow pada Fase Generatif
Fase ini adalah fase pertumbuhan maksimal, menjelang peralihan ke fase pertumbuhan generatif.  Aplikasi D.I. Grow pada fase ini akan membuat tanaman tumbuh fantastis, ukuran tanaman akan menjadi lebih besar dari ukuran normal.Hal 14_1
Pertumbuhan relative cepat dan ukuran buah diatas normal setelah aplikasi D.I. Grow sangat dimungkinkan.  Karena di dalam D.I. Grow diimbangi dengan Zat Perangsang Tumbuh (Auksin, Sitokinin, dan Giberellin) yang bekerja secara simultan. Auksin menyebabkan sel-sel meristem tanaman, dindingnya menjadi elastis, dimungkinkan sitokinin memacu pertumbuhan sel baru, melalui pembelahan dipercepat.  Sedangkan hormone Giberellin memacu pembesaran dari diferensiasi tanaman sehingga tanaman terlihat tumbuh menjadi besar dengan cepat.  Secara visual tanaman ini akan terlihat masa berbunga dipercepat.
Pada fase ini gunakan D.I. Grow Merah. Pada umumnya saat tanaman berumur diatas 30 hari setelah tanam (untuk tanaman semusim) dengan dosis 4-5 cc/liter air.  Sedangkan tanaman tahunan tergantung jenis tanaman (lihat aplikasi tanaman tahunan).
c)   Aplikasi D.I. Grow pada Fase Pembesaran Buah/Umbi
Pada akhir pertumbuhan vegetatif, tanaman mulai membentuk tempat-tempat penyimpanan karbohidrat, dapat berupa buah, umbi akar atau batang. Aplikasi pada fase primordial bunga telah membantu membentuk jaringan tempat penyimpanan tersebut.  Ukuran besarnya buah maupun umbi telah dipersiapkan melalui aktivitas perbanyakan diferensiasi  dan pembesaran sel-sel tanaman yang akan berfungsi sebagai wadah penyimpanan karbohidrat.Hal 14_2
Pada fase produksi ini juga akan mengikuti pola pertumbuhan tanaman. Awal fase produksi memperlihatkan pertumbuhan lebih besar. Pada sepertiga umur buah/umbi, pertumbuhan berat buah/umbi relative cepat, hal ini berarti kecepatan karbohidrat bertahap meninggi dan kecepatan penyimpanan karbohidrat ini rata-rata mencapai maksimal pada duapertiga umur buah. Setelah ini kecepatan penyimpanan menjadi menurun dan sampai terhenti pada saat pematangan buah/umbi.
Pada fase ini gunakan D.I. Grow Merah, dengan dosis 4-5 cc/liter air.  Aplikasi pada fase ini akan memberikan hasil relative baik, dan pematangan buah dapat dipercepat.
PERHATIAN..!
Agar diperoleh hasil yang optimal, beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menggunakan pupuk D.I. GROW :
  • Harus dicampur dengan air
  • Disemprotkan ke seluruh bagian tanaman atau disiramkan di tanah sekitar akar
  • Gunakan pada saat pagi (jam 06.00 – 09.00) atau sore ( setelah jam 16.00)
  • Jangan digunakan pada saat terik matahari/siang hari
  • Jangan digunakan pada saat menjelang hujan
  • Harus digunakan sekaligus habis, bila masih ada sisa harap disiramkan ke tanah sekitar perakaran.
  • Bila ada serangan hama/penyakit, bisa dicampur dengan pestisida.
  • Untuk tanaman yang tinggi (daun tidak terjangkau) harap disiramkan ke tanah sekitar radius akar atau dengan teknik injeksi (suntik ke batang), tetapi harus konsultasi dengan ahli (PPL).
PERANAN UNSUR HARA DAN AKIBAT KEKURANGANNYA PADA TANAMAN
Untitled-1

2 komentar:

  1. Komentar ini telah dihapus oleh penulis.

    BalasHapus
  2. Saya mencoba mengaplikasikan digrow hijau dan merah pd tanaman jeruk dg selang seling 2x merah, 1x hjau

    BalasHapus